Sisi Lain Kota Tulungagung #2
Sisi Lain Kota Tulungagung
Kesenian Lengen Tayub Tulungagung.
Kesenian tayub sudah ada sejak kerajaan Singosari. Kesenian ini sebagai syukuran atas kemenangan perang, kenaikan jabatan atau panen yang melimpah. Cerita tayub bermula dari cerita kedewataan yakni dewi-dewi yang menari berjajar dengan rancak dan guyub.Pada zaman penjajahan Belanda kesenian tayub di belokkan menjadi tradisi minum-minuman keras dan berfoya-foya. Kesenian tayub hanya di peruntukkan untuk orang Belanda dan orang pribumi yang menjadi kaki tangan Belanda.
Imej negative masyarakat semakin menjadi-jadi ketika penari pria (penonton) menyawer (memasukkan) uang ke pakaian dalam penari perempuan. Seringkali juga timbul desas-desus perselingkuhan antara penonton dan waranggono , Akan tetapi tayub juga memang termasuk dalam seni pertunjukkan . Minat masyarakat terhadap pertunjukan tajub juga sangat ramai baik oleh bapak-bapak ataupun ibu-ibu banyak sekali peminatnya , hal tersebut juga dipengaruhi berbagai macam faktor , Ibu-ibu suka musik tayub dikaenakan lantunan musiknya , gending-gendingnya dan makna-makna lantunan lagunya yang sangat merakyat membuat kesenian tayub ini banyak dminati oleh masyarakat .
Sebagai kesenian khas Tulungagung , lengen tayub ini pun seringkali dijadikan sarana hibudarn untuk mengisi acara-acara di kota Tulungagung , ntah itu hajatan ataupun acara-acara lainnya .

Komentar
Posting Komentar